TAHITIAN NONI®,Morinda®,Tahiti Dream™,dan Tahiti Trim™ Plan 40™,Success Path™,tell The Story™,TePoema™,Moea™,Equine Essential™ adalah merek dagang Tahitian Noni International,Inc.

Tanaman Noni memiliki 80 spesies. Hasil riset Dr. Scott Gerson menunjukkan bahwa spesies Morinda citrifolia yang baik dikonsumsi dari jenis Morinda citrifolia L yang tumbuh di kepulauan French Polinesia memiliki 20% nutrisi lebih tinggi di banding jenis lain yang tumbuh di daerah manapun.
Email Artikel Ini Email Artikel Ini

Apa Sih Penyebab Diabetes?

November 28, 2009 Oleh  
Artikel masuk kategori Kesehatan

Kelebihan Karbohidrat Penyebab Diabetes
Tingginya jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia diakibatkan pola makan orang Indonesia yang terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA-UI) Sumali Wiryowidagdo, Kamis (17/2).
Menurutnya, dengan nasi sebagai makanan pokok, tidak aneh jika negeri ini menduduki posisi keempat dalam jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Nasi mengandung glukosa dalam kuantitas banyak dan glukosa yang berlebihan merupakan salah satu penyebab penyakit diabetes.
“Sudah berulang kali disarankan untuk mengganti nasi dengan bahan makanan lain sebagai makanan pokok, tetapi memang orang kita sulit untuk merubah kebiasaannya tersebut,” jelas Sumali.
Dikatakan, pola makan yang berbeda dilakukan orang-orang di negara maju. Mereka lebih banyak mengkonsumsi protein dan lemak dibanding karbohidrat. Disebutkan, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 8,5 juta orang pada tahun 2000. Setelah lima tahun berselang, jumlah penderita diperkirakan telah mengalami peningkatan sebanyak tiga kali lipat.
Penyakit DM adalah penyakit menahun yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang disebabkan tidak adanya insulin atau tidak berfungsinya hormon insulin di dalam tubuh.
Fungsi insulin adalah untuk mentransfer glukosa darah ke dalam sel sehingga glukosa dapat digunakan sebagai sumber energi. Bila hormon insulin tidak ada atau tidak berfungsi maka akan terjadi penumpukan kadar glukosa/ gula dalam darah.
Sedangkan gejala-gejala penderita diabetes, antara lain ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat, kelemahan akibat gangguan nutrisi tingkatan tingkat sel, keputihan pada wanita yang sukar disembuhkan karena infeksi jamur, gangguan penglihatan karena gangguan nutrisi pada sel-sel retina mata, dan lainnya.
Selain itu, faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terkena DM diantaranya, faktor genetik dari keluarga, kelebihan berat badan, merokok, darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, kurang berolahraga, serta bertambahnya usia.

Cara Pesan dan Harga Tahitian Noni Juice

Pesan

4 Pesan to “Apa Sih Penyebab Diabetes?”

  1. Nami the Perfect Navigator on November 28th, 2009 05:59

    aku coba baNtu yach pak.. :)
    MeNurut Info PeNyakit yang aku baCa, Diabetes itu tergantung jenisnya pak…
    terdapat tiga macam jenis diabetes, ini jenis jenis diabetes’nya pak..
    1. Diabetes Mellitus
    DEFINISI
    Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat.
    PENYEBAB
    Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.
    GEJALA
    Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi.
    Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih.
    Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
    2. Diabetes Insipidus
    DEFINISI
    Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).
    PENYEBAB
    Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:
    Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik
    Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah
    Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan
    Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak)
    Tumor
    Sarkoidosis atau tuberkulosis
    Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak
    Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis
    Histiositosis X (penyakit Hand-Sch?ller-Christian).
    GEJALA
    Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia.
    Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan.
    3. Diabetes Insipidus Nefrogenik
    DEFINISI
    Diabetes Insipidus Nefrogenik adalah suatu kelainan dimana ginjal menghasilkan sejumlah besar air kemih yang encer karena ginjal gagal memberikan respon terhadap hormon antidiuretik dan tidak mampu memekatkan air kemih.
    PENYEBAB
    Dalam keadaan normal, ginjal mengatur konsentrasi air kemih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pengaturan ini merupakan respon terhadap kadar hormon antidiuretik di dalam darah.
    Hormon antidiuretik (yang dihasilkan dari kelenjar hipofisa), memberikan sinyal kepada ginjal untuk menahan air dan memekatkan air kemih.
    GEJALA
    Jika merupakan penyakit keturunan, maka gejala biasanya mulai timbul segera setelah lahir.
    Gejalanya berupa rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang encer (poliuri).
    Bayi tidak dapat menyatakan rasa hausnya, sehingga mereka bisa mengalami dehidrasi. Bayi bisa mengalami demam tinggi yang disertai dengan muntah dan kejang-kejang.

  2. Anonymous on November 28th, 2009 11:58

    Diabetes tipe 1
    sel beta pankreas yang menghasilkan insulin mengalami kerusakan.Akibatnya , sel-sel ini tidak dapat membentuk insulin atau hanya menbentuk insulin dalam jumlah kecil.
    Diabetes tipe 2
    se-sel dalam pankeas daapat membetuk insulin,tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
    Faktor genetik,pola hidup dan pola makan memegang peranan penting sebagai penyebab diabetes mellitus.

  3. Anonymous on November 28th, 2009 18:42

    Berikut kebiasan-kebiasan kecil yang sering menjadi penyebab diabetes pada seseorang:
    1. Teh manis.
    Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
    Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
    2. Gorengan.
    Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
    Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.
    3. Suka ngemil.
    Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
    Pengganti: Buah potong segar.
    4. Kurang tidur.
    Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
    Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.
    5. Malas beraktivitas fisik
    Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
    Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
    Solusi: Bersepeda ke kantor.
    6. Sering stres.
    Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
    Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.
    7. Kecanduan rokok.
    Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
    Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.
    8. Menggunakan pil kontrasepsi.
    Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
    Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.
    9. Takut kulit jadi hitam.
    Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium beri

  4. mahsun on November 28th, 2009 22:06

    kebanyakan konsumsi gula. atau harna hormon insulin kita tidak bisa kerj asecara maksimal.

Silahkan tinggalkan Pesan Anda...
, jika Anda ingin pesannya memiliki gambar, pakailah gravatar!





Perlu diingat bahwa informasi dalam situs ini tidak dimaksudkan dengan cara apapun sebagai pengganti saran medis dari profesional kesehatan. Semua isi di situs ini adalah untuk tujuan informasi saja.
Powered by Yahoo! Answers