TAHITIAN NONI®,Morinda®,Tahiti Dream™,dan Tahiti Trim™ Plan 40™,Success Path™,tell The Story™,TePoema™,Moea™,Equine Essential™ adalah merek dagang Tahitian Noni International,Inc.

Tanaman Noni memiliki 80 spesies. Hasil riset Dr. Scott Gerson menunjukkan bahwa spesies Morinda citrifolia yang baik dikonsumsi dari jenis Morinda citrifolia L yang tumbuh di kepulauan French Polinesia memiliki 20% nutrisi lebih tinggi di banding jenis lain yang tumbuh di daerah manapun.

Pesan

8 Pesan to “Bagaimana Jadwal Minum Oat Penderita Tbc Paru?”

  1. Law on September 17th, 2009 11:15

    Berdasarkan data dari WHO tahun 1993 didapatkan fakta bahwa sepertiga penduduk Bumi telah diserang oleh penyakit TBC. Sekitar 8 juta orang dengan kematian 3 juta orang pertahun. Diperkirakan dalam tahun 2002-2020 akan ada 1 miliar manusia terinfeksi, sekitar 5-10 persen berkembang menjadi penyakit dan 40 persen yang terkena penyakit berakhir dengan kematian.
    Kasus TBC di dunia sekitar 40% berada di kawasan Asia. Indonesia menduduki kedudukan ketiga dibawah Cina dan India. Diperkirakan diantara 100.000 penduduk terdapat 100-300 orang yang terinfeksi TBC. TBC di kawasan ini menjadi pembunuh nomor satu, kematian akibat TBC lebih banyak 2-3 kali lipat dari HIV/AIDS yang berada di urutan kedua.
    Di Indonesia sendiri berdasarkan data dari RS “Prof Dr Sulianti Saroso” tiap tahun terdapat 583.000 kasus dan 140.000 diantaranya meninggal. Kalau tidak ditangani dengan baik maka dalam tahun berikutnya akan terdapat 5,8 juta orang yang terkena infeksi (dengan asumsi 1 orang dapat menularkan 10 orang)
    Dengan data dan fakta seperti diatas sangat wajar bila jaman dahulu orang menyebut sebagai penyakit kutukan dan tidak bisa diobati. Itu karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini.
    Jika kita ingin memenangkan peperangan dengan TBC, kita harus mengetahui musuh kita. Seperti kata Sun Tzu, ahli perang Cina, dalam bukunya Art of War: “Jika kamu mengenal musuhmu dan dirimu, kamu akan memenangkan ribuan pertempuran. Tapi jika kamu tidak mengenal musuhmu dan dirimu maka kamu membahayakan diri sendiri”. Mari kita mengenal musuh dan diri kita.
    Pengertian TBC (Tubercolusis)
    Tubercolusis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tubercolusis. Kuman ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang bagian lain dari tubuh seperti ginjal, tulang, dan otak. Jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan kematian.
    TBC menyebar melalui udara dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Proses penularan terjadi ketika seorang yang memiliki penyakit tubercolusis aktif batuk atau bersin hingga menyebarkan kuman ke udara. Kuman tersebut terhirup oleh orang yang berada didekatnya dan mengakibatkan orang tersebut terinfeksi kuman TBC.
    Karena orang yang terdekat dengan penderita adalah keluarganya, maka orang menyangka penyakit TBC adalah penyakit keturunan.
    Kuman-kuman TBC akan menetap di dalam tubuh tanpa membuat sakit. Hal tersebut dinamakan infeksi TBC. Sistem kekebalan tubuh kita menjebak kuman-kuman tersebut, sehingga kita tetap sehat.
    Dan ketika kekebalan tubuh kita menurun atau tidak dapat melawan, kuman-kuman tersebut menyerang paru-paru atau organ tubuh yang lain. Hal ini dinamakan penyakit TBC.
    Perbedaan Infeksi dan Penyakit TBC
    Infeksi TBC (TBC Pasif)
    Infeksi TBC (TBC Pasif)
    1. Tidak ada gejala-gejala
    1. Terdapat gejala-gejala seperti:
    - Batuk lebih dari 2 minggu
    - Nyeri dada
    - Batuk darah
    - Dahak bercampur darah
    - Badan lemah
    - Nafsu makan menurun
    - Berat badan turun
    - Berkeringat pada malam hari
    - Demam
    2. Tidak menular ke orang lain
    2. Menularkan ke orang lain
    3. Hasil tes kulit positif
    3. Hasil tes kulit positif
    4. Hasil foto XRay dada dan tes dahak normal
    4. Hasil foto XRay dada dan tes dahak abnormal
    Orang yang terkena TBC Pasif tidak serta merta menjadi sakit, tetapi bila sistem kekebalan tubuh menurun karena berbagai macam sebab, ia akan menjadi penderita TBC aktif.
    Untuk itu penderita TBC pasif dianjurkan untuk berobat untuk membunuh kuman TBC.
    Kuman TBC hanya dapat dibasmi dengan obat-obatan yang disertai makan makanan bergizi serta pola hidup sehat.
    Mycobacterium Tubercolusis
    Biang keladi penyakit TBC adalah Mycobacterium Tubercolusis. Bakteri/kuman ini ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882.
    Bakteri ini berbentuk batang dan tahan terhadap asam sehingga disebut Basil Tahan Asam (BTA). Bakteri ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab.
    Bakteri menyebar lewat udara dari orang ke orang melalui batuk, bersin, teriak atau ciuman. TBC tidak menyebar mlewat obyek seperti pakaian, sofa, mainan, peralatan makan.
    Bakteri ini sangat lambat pertumbuhannya, mereka memecah diri setiap 16-20 jam. Matinya juga sangat lambat, perlu waktu sedikitnya 6 bulan bagi obat-obatan yang ada untuk membunuh seluruh bakteri.
    Jika pengobatannya kurang dari 6 bulan atau si penderita menghentikan pengobatan karena merasa sudah sehat walau belum waktu tersebut, maka bakteri tersebut tidak mati dan akan membuat kambuh kembali penyakit TBC serta kebal terhadap obat yang pertama.
    Proses Penularan
    Penderita TBC menyebarkan kuman TBC melalui batuk atau bersin
    Menjadi penderita penyakit TBC
    Kuman menetap di dalam tubuh melalui sistem pernafasan menunggu turunnya sistem kekebalan tubuh (infeksi)
    Kuman TB yang masuk melalui pernafasan menetap di alveolus. Infeksi dimulai ketika ia berhasil berkembang biak dengan cara membelah diri di Paru mengakibatkan peradangan di dalam paru, yang disebut sebagai kompleks primer. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah 4-6 minggu. Adanya infeksi dibuktikan dengan tes kulit dengan hasil positif.
    Perkembangan selanjutnya tergantung dari daya tahan tubuh. Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persiter atau dormant (tidur). Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu menghentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkolusis. Masa inkubasi diperkirakan sekitar 6 bulan.
    Tes Kulit TBC (Tes Mantoux)
    Tes kulit TBC dilakukan untuk mengetahui apakah kita terinfeksi kuman TBC. Dokter atau petugas kesehatan akan menyuntikkan cairan test yang disebut tuberculin dibawah kulit lengan.
    Setelah 2-3 hari di tempat suntikan akan timbul benjolan. Benjolan tersebut akan diukur, jika diameter benjolan lebih dari 10 mm maka hasilnya positif. Positif berarti kita terkena infeksi TBC.
    Yang beresiko tinggi terkena TBC
    1.
    2.
    3.
    4.
    5.
    6.
    7.
    8.
    Orang-orang yang kontak fisik secara dekat dengan penderita
    Orang-orang tua
    Anak-anak
    Pengguna psikotropika
    Orang-orang bertaraf hidup rendah dan memiliki akses rendah terhadap fasilitas kesehatan
    Pengidap HIV
    Orang-orang yang berada di negara yang terkena epidemi TBC
    Orang-orang yang sedang sakit dan turun daya tahan kekebalan tubuhnya
    Pengobatan TBC
    Kuman Tubercolusis hanya dapat dibasmi dengan obat-obatan.
    Obat-obatan yang sering digunakan adalah:
    - Isoniazid (INH)
    - Rifampicin (RIF)
    - Pyrazinamide (PZA)
    - Ethambutol (EMB)
    - Streptomycin (SM)
    Untuk menghindari munculnya bakteri TBC yang resisten dan mempercepat pembasmian kuman, biasanya diberikan obat yang terdiri kombinasi 3-4 macam obat ini.
    Perawatan
    Perawatan bagi TBC aktif dan TBC pasif walaupun menggunakan obat anti tubercolusis (OAT) yang sama namun periode perawatannya berbeda.
    Penderita TBC pasif (infeksi TBC) cukup diberi perawatan dalam waktu 6 bulan yang dikenal dengan perawatan pencegahan. Sedangkan penderita TBC aktif (penyakit TBC) memerlukan waktu 6-9 bulan dan isolasi mungkin diperlukan ketika dianggap menular. Perawatan dalam kedua keadaan itu disertai dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan, mengikuti saran-saran dokter.
    Karena pengobatan ini memerlukan waktu yang lama dan obat-obatan yang diminum juga banyak, maka faktor kepatuhan penderita minum obat sangat diperlukan untuk mencegah kegagalan terapi atau resistensi. Untuk itu dilakukan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse).
    Dalam DOTS ada seseorang yang akan mengawasi serta mengingatkan penderita minum OAT yang disebut dengan Pengawas Minum Obat (PMO). Biasanya PMO ini berasal dari keluarga atau kerabat dekat penderita.
    Dengan menggunakan strategi DOTS proses penyembuhan TBC dapat secara cepat dan tepat.
    DOTS
    DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) adalah strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan secara langsung.
    Strategi DOTS memberikan angka kesembuhan yang tinggi, bisa mencapai 95%.
    Strategi DOTS terdiri dari 5 komponen, yaitu:
    -
    -
    -
    -
    -
    Adanya komitment politis dari pemerintah untuk bersungguh-sungguh menanggulangi TBC, sehingga dengan adanya peran serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat diharapkan program ini berjalan sukses.
    Meningkatkan deteksi dini dan kemampuan diagnosis penyakit TBC di pusat pelayanan kesehatan perifier (Puskesmas)
    Pengobatan TBC dengan Obat Anti TBC (OAT) jangka pendek dengan diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Minum Obat)
    Tersedianya OAT yang terjangkau penderita secara konsisten
    Pencatatan dan pelaporan penderita TBC
    Pencegahan Penyebaran TBC
    Yang menjadi sumber penyebaran TBC adalah penderita TBC, hal yang paling efektif adalah mengurangi penderita TBC.
    Ada dua cara yang dilakukan pada saat ini dalam mengatasi penyebaran, yaitu terapi dan imunisasi.
    Untuk terapi, WHO merekomendasikan strategi DOTS. Dalam hal ini ada tiga tahapan penting, yaitu mendeteksi pasien, melakukan pengobatan dan melakukan pengawasan langsung.
    Cara kedua adalah imunisasi. Imunisasi akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. Vaksin TBC, yang dikenal dengan nama BCG (Bacillus Calmette Guerin) terbuat dari bakteri Mycobacteria Tubercolusis strain BCG. Bakteri ini menyebabkan TBC pada sapi, tapi tidak pada manusia. Vaksin BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. Di Indonesia diberikan kepada balita sebelum berumur dua bulan.
    BCG tidak dapat mencegah serangan TBC namun memberikan perlindungan kepada anak pada bagian vital lain seperti otak (meningitis tuberkolusis) yang dapat berakibat buruk pada perkembangan otak anak dan bis

  2. totih on September 17th, 2009 17:27

    lama pengobatan 6 bulan.
    fase intensif selama 2 bulan
    minum obatnya setiap hari
    klo fase lnjutan lamanya 4 bulan
    minum obatnya diseling sehari minum, sehari tidak
    biar lebih gampang minumnya hari senin-rabu-jumat, etc.
    klo 6 bulan belum sembuh, pengobatan dilanjutkan selama 3 bulan.

  3. surya on February 17th, 2010 12:09

    saya mau tanya,,
    apakah setelah minum oat atau obat tbc setelah 1 atau 2 minggu,dan kita berciuman dan berhubungan intim apakah masih menular ??
    mohon penjelasanya terima kasih.

  4. Yeni on November 3rd, 2010 13:46

    Apakah penderita tb dalam masa pengobatan masih bisa hamil ? Atau setelah selesai pengobatan 9 bulan, penderita bisa menyusui bayi nya ? Terima kasih

  5. Ana on March 7th, 2011 13:47

    Suami saya umur 32 Tahun, kami baru keluar dari rumah sakit dan hasil diagnosa dokter suami saya menderita penyakit TBC. Dan saat ini sedang minum obat baru berjalan 6 hari. Saya punya 1 anak umur 2.5 tahun, saya sangat kwatir akan tertular penyakit suami saya, begitupun halnya saya selalu merasa takut akan tertular.
    Mohon bantuannya, apa yang harus kami lakukan ?

  6. adelia on June 28th, 2012 05:28

    Suami saya umur 38 Tahun, kami baru keluar dari rumah sakit dan hasil diagnosa dokter suami saya menderita penyakit TBC aktif. Dan saat ini sedang minum obat baru berjalan 6 hari. Saya punya 2 anak umur 7 & 5 tahun, saya sangat khawatir akan tertular penyakit suami saya dan bagaimana cara utk bisa berhubungan badan dgn suami saya. Karena dia terlihat sangat drop sekali.
    Mohon bantuannya, apa yang harus kami lakukan?

  7. sovranita on October 9th, 2012 10:13

    apakah semua anggota keluarga yg tinggal serumah dengan penderita TBC otomatis terkena infeksi TBC (Pendrita TBC pasif)?mohon bantuannya.terima kasih

  8. elis on March 31st, 2013 19:53

    Saya pengelola Dots RS Larantuka.boleh minta sediikit penjelasan ttg jenis2 TBC dan Penanganannya.trimakasih.

Silahkan tinggalkan Pesan Anda...
, jika Anda ingin pesannya memiliki gambar, pakailah gravatar!





Perlu diingat bahwa informasi dalam situs ini tidak dimaksudkan dengan cara apapun sebagai pengganti saran medis dari profesional kesehatan. Semua isi di situs ini adalah untuk tujuan informasi saja.
Powered by Yahoo! Answers