Dapatkan BONUS ~ 1 Juta
Bagaimana Pendapat Kalian Tentang Orang Ini?
December 18, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
orng ini, sebut aja si A dr keluarga ga mampu lg sakit dan dirawat di RS. kaki-a bernanah krn terkena penyakit diabetes. suatu hari, datang seorang keponakannya menjenguk dan membelikan dia sebotol obat salep untuk kakinya. 2 hari kemudian, ketika keponakannya datang lg menjenguk, alangkah terkejutnya keponakannya krn si A menolak obat itu dengan alasan ada seorang kawannya yg membutuhkan obat t’sbut dan mengatakan kpd keponakannya klo dia ingin berbuat baik, maka berikanlah obat itu u/ kawannya yg jg sakit kakinya. trus, keponakannya blng ga mslh krn obat itu sdh diberikan kpd si A, terserah si A mau di-apain obatnya.
nah, bgmn pendapat kalian ttng si A? seandai-a temen” di posisi keponakannya? apa kalian akan t’singgung? atao gimanalah…
























Menurut gw si-A itu mgkn org yg baik
Tp alangkah lbh baik lagi klo si-A itu menggunakan apa yg di berikan utknya dulu dan apabila hal itu dirasa sudah bermanfaat baginya baru apabila org lain membutuhkan,dia bagi pemberian itu kpd org lain….
Klo gw jd ponakan,y gw psti agak sdkit t’kjut krn apa yg gw berikan tnyta bs b’mnfaat buat bnyk org…hahaha
Si A itu orang yang jarang ada di dunia ini apalagi saat2 jaman sekarang ini.
Kalo gue di posisi keponakannya, gue beliin si A obat yang sama lagi untuk kedua kalinya, sekalian nanya sama si A apakah temennya si A masih butuh lagi obat yang sama.
Ga donk.
Si A adalah orang bodoh. Sudah bagus punya pertolongan, dia masih menolak kesempatan dengan berbuat “amal”. Dimana-mana diri kita sendiri harus ada di depan, apalagi kalo masalah hidup dan mati.
Tentu saja saya akan tersinggung, saya sudah berbuat baik, dia malah mau mengambil perbuatan baik saya dan menjadikan itu jadi milik dirinya dengan membantu orang lain.
Saya nggak bakal jenguk orang itu lagi.
si A orang yang baik, kalau aku jadi keponakannya aku tanya dulu mengenai obat itu kalau dipakai paman ada manfaatnya atau nggak…kalau ada maka aku beliin lagi aja obat yang sama, kalau nggak ya nggak perlu beli lagi tanpa harus tersinggung….yang penting obat itu bermanfaat aja, meskipun untuk orang lain..
gak tersinggung+
Kalau Mutia sih, akan mengecek kebenaran ucapan si Bibi dulu, bener gak begitu;
Kalau benar, maka Mutia akan membelikan obat yang sama untuk si Bibi.
Tapi jika ternyata si Bibi hanya memberikan alasan karena dia tidak mempercayai obat yang aq berikan, ya sudah , aq gak akan marah atau memaksa dia untuk memakai obat pemberian aq itu;
Mungkin dia lebih percaya obat yang diberikan oleh dokter di RS itu.
Aq harus bisa menghargai pendapat dia, meskipun dia hanya “Orang Miskin”, toh diapun mempunyai hak yang sama dengan kita untuk percaya atau tidak mempercayai sesuatu.
Paling yang aq sesalkan, kenapa dia tak mau berterus terang mengatakan pendapatnya.
Salam Mutia
yaaaa….
gw rasa semua pemainnya dah bersikap baik….
niatnya bagus..
tapi ya sebaiknya jangan terlalu jujur juga sih ama ponakannnya,, pikirin juga perasaan ponakannya gimana…
kalo gw sih ya tersinggung, tapi yaa kalo niatnya itu yaudah..
biasa aja.
mUNGKIN si-A ga cocok ma obat itu,, tp krn menghargai kita makanya dy bilang ada tmennya yg mbthkn,, so aku jg harus menghargai usaha dia mnjaga prasaan kita or klo bner dikasiin ke tmennya jg kita tetep harus menghargai cintanya ma tmennya yg sama2 sakit
Yaaaa,, semacam itulah
> santai saja.. mungkin dia rasa ada yg lebih membutuhkan.
> kalo aku seh, beli sebotol lagi..buat si A.
wah terpuji sekali tuh..mementingkan kpentingan orang laen terlebih dahulu dari pada dirinya…
jarang ada tuh orang yg seperti itu…
Pada awalnya pasti bingung, tapi kalau tujuan baik, kenpa enggak?!!
Tindakan si A bener2 mulia. Dia mampu memberikan apa yang sangat dibutuhkannya. Memberi sebagian dari kelebihan kita itu biasa, tp memberikan apa yang sangat kita butuhkan itu benar2 suatu perbuatan yang luar biasa. Klo memang ini kisah nyata semoga Allah membalas kebaikan si A dengan kebaikan yang berlimpah ruah
Pertanyaan menarik, aku juga belakangan ini memikirkannya. Bagaimana kita harus menilai/menghargai sebuah keikhlasan? Apakah dengan menjaganya baik-baik, atau dengan memperlakukannya sekehendak kita? Kalau kita memang ikhlas memberi, pantaskah kita menegur si penerima karena memberi/merusakkan barang pemberian kita? bukankah barang itu sudah menjadi miliknya? Lepas dari masalah apakah perbuatan si A itu baik atau tidak, kalau aku jadi keponakan itu, aku tidak mempermasalahkan obat itu, melainkan kenapa si A tidak bilang, sehingga aku bisa kasih obat lebih. Bagaimanapun si A itu sakit, dia butuh obatnya. Dalam kasus ini, obat itu bukanlah seperti benda kenangan yang harus dijaga baik-baik. Karena itu rasanya lebih tepat kalau kita merasa khawatir pada si A yang tidak meminum obatnya daripada tersinggung karena obat pemberian kita diberikan kepada orang lain. Lagipula kita tidak tahu apakah sikap si keponakan itu rela karena ikhlas atau karena prinsipnya emang gue pikirin alias tidak perduli…
bagus si A mau berbagi walaupun dia membutuhkan…aku malah bangga punya temen kek gitu…
hargai setiap orang..hargai setiap kesempatan….
sukses buat kmu yaa