TAHITIAN NONI®,Morinda®,Tahiti Dream™,dan Tahiti Trim™ Plan 40™,Success Path™,tell The Story™,TePoema™,Moea™,Equine Essential™ adalah merek dagang Tahitian Noni International,Inc.

Tanaman Noni memiliki 80 spesies. Hasil riset Dr. Scott Gerson menunjukkan bahwa spesies Morinda citrifolia yang baik dikonsumsi dari jenis Morinda citrifolia L yang tumbuh di kepulauan French Polinesia memiliki 20% nutrisi lebih tinggi di banding jenis lain yang tumbuh di daerah manapun.
Email Artikel Ini Email Artikel Ini

Kalau Sering Haus Dan Kencing, Terus Kencingnya Agak Berbuih/berbusa. Gejala Apakah Itu ? Thanks?

December 18, 2009 Oleh tahitianonijuice  
Artikel masuk kategori Kesehatan

Apakah kencing yang berbuih tanda diabetes atau tanda yang lainnya ? Telapak kaki bagian atas agak membesar, saya memiliki riwayat kekurangan vitamin B (beri beri). Saya meminum Vit B dosis tinggi.

Cara Pesan dan Harga Tahitian Noni Juice

Pesan

15 Pesan to “Kalau Sering Haus Dan Kencing, Terus Kencingnya Agak Berbuih/berbusa. Gejala Apakah Itu ? Thanks?”

  1. Eith on December 18th, 2009 19:13

    apakah warna air kemihnya keruh, apakah nyeri saat BAK, atau nyeri abdomen.. jika gejala cenderung seperti diatas mungkin infeksi saluran kemih, tapi dari pertanda yg anda sebutkan tadi, sering haus, udema kaki, sepertinya lebih cenderung ke ganguan keseimbangan cairan dan ginjal, coba temui dokter anda mgkn diperlukan pemeriksaan lbh lanjut(lab dll) semoga bisa membantu

  2. sun flower on December 19th, 2009 02:01

    kalau gejala awal diabetes memang sering buang air, haus, tambahannya tubuh lemas, cepat lelah, berkeringat, rasa lapar terus menerus tetapi berat badan turun dengan cepat, biasanya kencing anda dikerubuti semut. Pengelihatan mulai kabur, rambut dan gigi rontok (jangka panjangnya). kalau memang menderita beri-beri itu disebabkan oleh parasit (cacing rambut) yang hidup di saluran getah bening. Parasit menyumbat saluran sehingga terjadi pembengkakan pada tungkai (kaki). Jika masih khawatir diabetes, cek kadar gula darah adalah solusi yang baik.

  3. tio on December 19th, 2009 04:44

    Gejala
    Tiga serangkai yang klasik tentang gejala kencing manis adalah polyuria ( urination yang sering), polydipsia ( dahaga ditingkatkan dan masukan cairan sebagai akibat yang ditingkatkan) dan polyphagia ( selera yang ditingkatkan). Gejala ini boleh kembang;kan sungguh puasa diset dicetak 1, terutama sekali di anak-anak ( bulan atau minggu) tetapi mungkin sulit dipisahkan atau dengan sepenuhnya absen & & mdash; seperti halnya mengembang;kan jauh lebih pelan-pelan & mdash; diset dicetak 2. Diset dicetak 1 [di/ke] sana boleh juga jadilah kerugian berat/beban ( di samping normal atau yang ditingkatkan makan) dan kelelahan yang tidak dapat diperkecil lagi. Gejala ini boleh juga menjelma diset dicetak 2 kencing manis di pasien kencing manis siapa adalah dengan kurang baik dikendalikan. Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
    Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
    Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
    Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
    Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.
    Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
    Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.
    Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.
    Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
    Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
    Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).
    Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.
    Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.
    Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
    Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.
    Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

  4. B4rb1e81 on December 19th, 2009 08:06

    biasanya ini adalah gejala diabetes atau gangguan saluran kemih dan ginjal. untuk keterangan lebih lanjut mengenai diabetes bisa dilihat dari keterangan @tio
    saran saya, lebih baik periksakan ke dokter dan di scan supaya lebih jelas

  5. devantrh on December 19th, 2009 11:12

    yang pasti kinerja daripada ginjal kurang bagus mingkin terlalu seringnya makan makanan yang mengandung banyak zat2 kimia ,untuk menstabikannya kurangi asupan makanan yang mengandung zat kimia sintetik karna bukan hanya ginjal saja yang terganggu melainkan sel2 tubuh pun perlahan akan mati dan kemungkinan besar sulit untuk regenerasi dan untuk menjaga seluruh tubuh agar dapat bekerja secara optimal saya punya solusinya hub 021 439 33 683 (yudha)

  6. Diah Retno on January 3rd, 2010 08:26

    Dua tahun terakhir, Ibu saya usia 65 tahun, yang semula gemuk , secara terus menerus mulai mengalami penurunan berat badan yang sangat banyak. Yang semula berat badannya 75 kg, saat ini tinggal 47 tahun. Ditambah ada pembengkakan pada kaki dari lutut hingga tumit yang terasa gatal sehingga penuh luka bekas garukan.
    Semula didiagnosa oleh dokter, Ibu saya mengalami pembengkakan jantung. Gula dartah dan kolesterol bagus, sementara tekanan darah agak tinggi. Saat ini sudah berobat selama 6 bulan dan hasil diagnosa terakhir jantung Ibu saya baik-baik saja. Hanya pembengkakan pada kaki yang tidak ada perubahan, bahkan terkahir timbul radang infeksi yang disebabkan luka garukan.
    Yang sangat saya ingin tahu, apa penyebab bengkak pada kaki Ibu saya yang disertai gatal-gatal. apakah ibu saya terkena beri-beri atau kaki gajah ya? Dokter sendiri tidak pernah memberikan jawaban yang pasti alias selalu ngambang. Terima kasih.

  7. Vidhy on January 9th, 2010 12:24

    saya mengalami penyakit selalu pengen kencing, tapi kencing saya lancar tapi terasa ada yang terisisa, saya udh bolak-balik ke dokter dr Husada sampe pertamina bilangnya g klenapa-napa, ada yang bilang pembesaran prostat dsbnya, umur saya baru 26 th, saya mengalami ini dari kecil, tapi berat badan saya naik terus dan dari 64 jadi 77kg sekarang, apakah hal ini berbahaya atau berbahaya untuk g bisa punya keturunan

  8. Basir on January 25th, 2010 22:04

    sy mau tanya…. sy sering sekali kencing, cuman kadang2 banyak kadang2 dikit… gajala apakh itu? thanks

  9. Yute m Radja on October 8th, 2010 13:15

    saya sering kencing terus2, kadang banyak, kadang sedikit.
    tapi kencing lancar, hanya saya hrus kerepotan untuk terus kencing dan kalo di tahan (maaf) bangian bawah perut sakit. padahal saya sudah minum air banyak. malahan nanti setelah minum air saya akan terus menerus kencing tiada henti sampai saya kencing air seni yang keluar cuma setetes.
    tolong jalan keluar dan pengobatannya.. terima kasih.

  10. asep on October 28th, 2010 11:38

    saya mau tanya,udah 1 blan ini saya suka buang air kecil trus dngan d barengi rasa haus,,gejala apakh itu,,apa obat y??

  11. afandi on December 1st, 2010 11:02

    saya habis tes medical d rumah sakit terkenal untuk keperluan sebuah perusahaan dalam merekrut karyawan..waktu saya tes urin,,air seni yg saya keluarkan berbusa..gejala apa itu ??terima kasih baxk..

  12. ua on November 10th, 2011 09:57

    kalau kencing berbusa biasanya adanya protein yang banyak didalam urin atau biasa disebut proteinuria…dan untuk memastikan apa adanya protein dalam darah, pergi kedokter untuk pemeriksaan lengkap…terutama bagian ginjal…. supaya dapat mengetahui lebih jelas…

  13. asri on February 8th, 2012 11:05

    saya mau nanya udah 3bulan ini saya kencing terus menerus ,saya juga merasakan tenggorokan kering dan bawaanya haus terus padahal baru mnum?apakah penyakit saya ini

  14. asri on February 8th, 2012 11:07

    saya merasakan haus terus dan kencing terus menerus,apakah penyakit saya dok?

  15. santi on March 6th, 2012 16:47

    saya mau tanya….sudah dua hari ini saya buang air kecil sakit sekali juga di barengi dengan darah (hanya sedikit dan menggumpal), trus kaki saya juga sakit tapi tidak bengkak,,,klo buat jalan rasanya seperti mau roboh?mohon jawabannya terimakasih…..

Silahkan tinggalkan Pesan Anda...
, jika Anda ingin pesannya memiliki gambar, pakailah gravatar!








Lihat video koleksi saya di Dr -Solomon | Tahitian Noni Juice
Koleksi video favorit kamu dan buat gallery seperti ini di Agree With Me

Perlu diingat bahwa informasi dalam situs ini tidak dimaksudkan dengan cara apapun sebagai pengganti saran medis dari profesional kesehatan. Semua isi di situs ini adalah untuk tujuan informasi saja.
Powered by Yahoo! Answers