Pada Usia Kehamilan Berapakah Boleh Bersenggama Lagi?

mohon informasi yang benar mungkin ada yang punya pengalaman tentang kehamilan, pd usia kehamilan ke berapakah kita di perbolehkan bersegama dan posis apa yang di tdk di perbolehkan untuk Istri, mohon informasi berdasarkan medis, ajaran agama Islam, thx

Comments

  1. vie chantq says

    Untuk jawaban yg atas…
    Vie orang sunda..tp vie teu apal artina “diajul gedang teh naon”
    vie juga lagi hamil muda sekitar 7 mingguan…
    mohon penjelasan nya ^_*

  2. Kang UUK says

    Hati-hati tiga bulan pertama !
    Bahwa sperma mengandung prostglandin yang dapat merangsang kontraksi uterus sehingga pada usia kehamilan tiga bulan pertama bisa berpotensi abortus spontan.
    Tetapi reaksi uterus terhadap prostaglandin tiap wanita berbeda-beda, ada yang reaktif dan ada yang tidak reaktif sama sekali.
    Perlu dicermati apakah ada mulas setelah bersenggama ?
    Kalau posisi bebas saja asal tidak menekan perut, kalau perlu kata urang sunda mah “di ajul gedang” (tanya deh ke orang sunda).
    Usahakan kecepatan rendah (RPM rendah), santai saja maaas karena bawa muatan !

  3. Lee_tH@ says

    Kehamilan adalah masa dengan banyak perubahan bagi sepasang suami-istri, tak terkecuali dengan hubungan seksual. Pada masa ini Anda dan pasangan mungkin mengalami emosi dan perasaan berbeda pada masa-masa itu, bahkan tak jarang menjadi labil sehingga komunikasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sejak masa itu mulai. Berhubungan seks di masa kehamilan memicu banyak pertanyaan di baliknya, meskipun secara medis berhubungan seks selama hamil bukan hal yang keliru, namun tak ada salahnya mencermati beberapa informasi bersenggama di masa kehamilan.
    Bersenggama, penetrasi serta orgasme merupakan hal yang benar-benar aman sepanjang ibu hamil dalam konsidi kesehatan baik, mengingat janin dilengkapi dengan pelindung yang berupa cairan amniotik (air ketuban).
    Seorang wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kandungannya mencapai sembilan bulan tanpa perlu takut melukai diri sendiri ataupun janinnya.
    Mungkin dokter atau bidan Anda akan memberikan panduan dasar agar bersenggama semakin nyaman tanpa terhalang kehamilan, selain memberikan batasan-batasan serta larangan selama periode tertantu, terutama jika si ibu hamil:
    – Pernah mengalami keguguran
    – Pernah mengalami kelahiran dini
    – Infeksi dari masing-masing pasangan
    – Kehadiran janin lipat ganda
    – Pendarahan selama hubungan tubuh
    – Terasa sakit selama hubungan badan
    – Pecahnya air ketuban atau kebocoran cairan dari vagina
    Selama trimester pertama, banyak wanita mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, dan kepenatan yang mungkin mempengaruhi hasrat mereka untuk berhubungan seks. Namun kelembutan payudara mulai terasa pada trimester pertama dan berlanjut sepanjang kehamilan.
    Frekuensi buang air kecil sudah menjadi sebuah rutinitas dan beberapa wanita yakin berhubungan seks akan memperburuk kondisi tersebut. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, melakukan hubungan seks dengan suami menjadi sebuah ‘momok’ bagi Anda, bahkan menjadi hal yang tak menggairahkan dibanding pra-kehamilan.
    Pada beberapa kasus kehamilan, beberapa wanita merasa tak nyaman dengan perangsangan payudaranya, sedang yang lainnya merasakan hal tersebut sangat nikmat.
    Kehamilan bisa menjadi saat di mana Anda dan pasangan bisa mencoba posisi dan bentuk keintiman yang berbeda untuk mencapai kepuasan tanpa harus terhalang dengan perubahan bentuk badan.
    Jenis aktivitas intim (mencium, memeluk dan membelai, masturbasi, oral seks) akan sangat menyenangkan saat masa kehamilan. Banyak ketidaknyamanan di awal kehamilan akan berakhir selama trimester kedua.
    Kebanyakan wanita mengalami peningkatan energi dan kenaikan nafsu seksual saat rasa tak nyaman tersebut mulai berkurang. Selama trimester kedua ibu yang penuh harap mulai merasa lebih bisa menjadi diri sendiri, vagina jadi terasa lebih penuh dan kuantitas pelumas vagina bertambah sewaktu posisi bayi mulai turun merendah di panggul. Banyak wanita mengatakan mereka lebih mudah terangsang dan lebih responsif secara seksual selama periode ini.
    Perut yang membesar saat kehamilan membuat hubungan seksual menjadi tak nyaman. Banyak pasangan menemukan posisi berbaring bersampingan, saling berhadapan atau masuk dari posisi belakang mengatakan lebih merasa nyaman.
    Jika Anda merasa tertekan selama bersenggama, ada baiknya menghindari penetrasi terlalu mendalam. Bantuan bantal atau pelumas tambahan mungkin dapat mengurangi rasa tak nyaman.
    Bersenggama dengan posisi wanita di atas biasanya menghasilkan penetrasi yang lebih mendalam, walaupun lebih memungkinkan pihak wanita yang mengontrol kedalaman penetrasi.Perangsangan pada payudara mungkin akan membuat colostrums (cairan kekuning-kuningan yang bening) keluar, namun tak perlu khawatir karena cairan tersebut adalah hal wajar dan tak berbahaya, meskipun untuk beberapa pasangan terasa tidak menyenangkan.
    Beberapa wanita lebih suka menghindari orgasme karena kontraksi yang menyertai membuat terasa tak nyaman, padahal orgasme bukanlah hal yang berbahaya.
    Pengertian, kehangatan, dan dukungan sangat dibutuhkan kedua belah pihak selama minggu-minggu terakhir kehamilan saat tekanan bertambah dan hubungan seksual juga mungkin terasa mulai melelahkan atau tak nyaman.
    Jika dokter Anda menyarankan untuk menghindari penetrasi, seks oral atau onani mungkin menjadi pilihan yang dapat diterima. Namun pasangan Anda sebaiknya tidak terlalu jauh berpenetrasi ke dalam vagina selama seks oral karena bisa mengancam kehidupan emboli udara.
    Anda dan pasangan akan mengalami banyak perasaan unik selama masa kehamilan. Komunikasi terbuka dan ekspresi seksual selama masa ini bisa membuat Anda dan pasangan semakin dekat dan semakin saling mengenal. Jangan segan membicarakan keluhan atau pertanyaan bersengama pada masa kehamilan kepada dokter Anda

  4. popai says

    oh..setau saya….kehamilan di bawah 4 bulan mending ga usah melakukan hub suami istri dulu..karna janin dalam kandungan masih dalam thp berkembang….tkutnya malah terjadi gangguan dan bnturan thdp janin yg msih lemah akibat hub suami istri tsbut….tp di usia khamilan 6 bulan keatas malah di anjur kan….untuk memperlancar keluarnya janin jga..gtu…tp cari posisi yg aman dan gak aneh2 ya…
    aku sendiri blom berkeluarga sihh..hehehe..tp sering denger soal ini….

  5. Jimmy says

    Setahu saya tidak ada larangan pada usia keberapa…
    bila ingin melakukan hubungan boleh pada saat usia kandungan 1 s/d 9, hanya harus hati2 jangan sampai menindih perut sang istri.
    karena bayi sedang dalam pertumbuhan.

  6. enjyosur says

    Kalau ga salah kehamilan sudah lewat Trimester I. Pada saat itu placenta sudah menepel dengan baik di rahim. Kecuali istri anda mengalami perdarahan sejak awal kehamilan mungkin usia 6-7bulan baru bisa hubungan seksual. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat ke dokter kandungan ditanyakan posisi plasenta menempel dimana. Kalau dekat dengan mulut rahim biasanya mudah sekali terjadi perdarahan.
    Posisi tergantung pada istri anda mana yang paling nyaman buat istri kurang dari 7bulan biasanya posisi istri dibawah masih bisa karena kehamilan belum terlalu besar. Posisi istri diatas juga tidak masalah. Yang harus diperhatikan ialah keluarkan sperma di luar vagina. Karena sperma mengandung prostagladin yang dapat menyebabkan kontraksi pada kehamilan. Biasanya dokter kandungan meminta suami melakukan hubungan seks bila usia kehamilan 38-39 minggu belum ada tanda-tanda persalinan.
    Masalah seks pada kehamilan adalah masalah yang paling penting. Bila ternyata hubungan seks tidak bisa dilakukan mungkin anda harus berdiskusi apa yang anda dan istri anda inginkan. Serta bagaimana cara pemecahan masalah yang baik sehingga kedua belah pihak bahagia. Masalah kebutuhan seks bukan cuma buat suami aja loh, ibu hamil juga butuh seks. Jadi diskusiin.
    Kalau berdasarkan ajaran islam yang saya kurang faham. Saya cuma tahu tidak boleh berhub saat menstruasi dan tidak boleh melalui anus. Semoga masalahnya cepat terselesaikan.

  7. kimpling says

    boleh-boleh aja bersenggama dalam masa kehamilan, memang ada beberapa pendapat yang menyarankan tidak berhubungan intim trimester pertama dan trimester ketiga. memang kadang tergantung dari kondisi seseoarang. untuk posisi miring lebih aman tapi ya lagi-lagi tergantung individu yang penting nyaman dan jangan terlalu nafsu nanti bisa barabe.

  8. q-ma says

    sbenernya ga masalah kalo memang rahim si istri kuat …tapi klo mau jangan terlalu sering karena sperma dapat membuat mules pada si ibu…normalnya 1 minggu sekali dan dilakukan diatas usia kandungan 3 bulan … posisi yang baik saat hamil istri di atas atau menghadap kesamping ….karena perut n jabang bayi si ibu tidak banyak menerima tekanan…kalo menurut agama saya kurang tahu pasti …cuman yang saya tahu asal dilakukan secara “normal” tidak melalui lubang selain vagina atau ga bersenggama saat haid itu ga haram

  9. Mommy Kevin says

    Tidak ada larangan untuk berhubungan selama si istri tidak ada masalah dalam kehamilan. Posisi apapun boleh asalkan si istri nyaman dan tidak menekan perut. Kalo menurut ajaran Islam, yg tidak boleh itu berhubungan lewat anus, karena selain haram juga disana tempat untuk membuang kotoran, dikhawatirkan dapat menyebabkan infeksi.

  10. ayu says

    sya Lgi hmil 3 buLan tP trkdaNg Low steLah mLkuKan senggaMa vgina sya ska mNgeLuarkan darah dan trsa perih, tloNg sranNya. . .”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *