Dapatkan BONUS ~ 1 Juta
Bagaimana Reproduksi Virus Hepatitis ? Secara Litik Atau Lisogenik?
November 5, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Sebuah virus dapat berproduksi, baik secara litik maupun lisogenik, tergantung pada keadaan ketika menginfeksi senuah sel. Jika sel tersebut dalam keadaan lemah, maka virus akan bereproduksi secara litik sehingga sel tersebut akan mati segera setelah diinfeksi oleh virus. Akan tetapi bila virus dalam keadaan kuat dan siaga, maka virus akan berepdoksi secara lisogenik. Virus akan terlebih dahulu menggabungkan materi genetiknya dengan materi genetik sel. Dalam hal ini, materi genetik virus bersifat non-aktif. Ketika sel dalam keadaan lemah, materi genetik virus tersebut akan aktif dan membuat sel tersebut mati. Pada daur lisogenik, sel tidak langsung mati setelah diinfeksi virus, akan tetapi ada jangka waktunya. Berikut ini beberapa perbedaan antara siklus litik dan lisogenik :
Siklus litik:
1. Waktu relatif singkat
2. Menonaktifkan bakteri
3. Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus lisogenik :
1. Waktu relatif lama
2. Mengkombinasikan materi genetic bakteri dengn virus
3. Terikat pada kromosom bakteri
Semoga bisa membantu Baca selengkapnya
Apa Saja Faktor Penyebab Terjadinya Diabetes Mellitus?
November 5, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
heii…
kucoba jawab:
faktor yg menyebabkan terjadinya DM antara lain:
1. 80% krn kelebihan berat badan ~> kadar glukosa meningkat secara kronis
2. bs jg dr faktor genetik, namun ga ada kaitannya dgn antigen leukosit manusia (human leukocyte antigen/HLA)
3. diabetes jg bs akibat dr malnutrisi dan biasanya ditemukan dinegara berkembang.
4. kegagalan pankreas eksokrin krn kerusakan fungsional pankreas.
nb: oya.. DM ada 2 tipe, antara lain: tipe DM tergantung insulin dan tipe DM tidak tergantung insulin.
thanks ^^
Apakah Benar Oarang Yang Masih Muda Tapi Sudah Ubanan Berarti Memiliki Penyakit Kanker Otak?
October 27, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Munculnya uban dapat disebabkan oleh banyak hal. Yang paling utama adalah karena faktor genetik atau keturunan. Uban dapat terjadi akibat pigmen di rambut sudah tidak ada lagi, karena pigmen inilah yang menentukan warna rambut.
Ada dua macam pigmen rambut, yaitu eomelanin dan feomelanin. Pigmen eomelanin biasanya terdapat pada orang-orang berkulit berwarna, seperti orang Asia, Arab, dan India. Pigmen tersebut berwarna gelap dan hitam, sehingga rambut dan kulitnya pun akan berwarna gelap. Sedangkan pigmen feomelanin terdapat pada orang-orang kulit putih. Pigmen tersebut berwarna kuning. Tapi, itu bukan berarti mereka tidak punya pigmen eomelanin. Orang kulit putih tetap mempunyai pigmen eomelanin, namun persentasenya lebih sedikit. Orang Asia juga mempunyai pigmen feomelanin, meskipun tidak terlalu banyak.
Di kepala kita, banyak sekali akar rambut, dan ada sebagian yang memang tidak bisa memproduksi pigmen. Misalnya pada kasus albino dan vitiligo. Albino adalah orang yang tidak mempunyai pigmen sehingga seluruh kulit dan rambutnya berwarna putih, sedangkan vitiligo hanya sebagian saja yang berwarna putih. In juga disebabkan oleh faktor genetik dan sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Jika kadar pigmennya berkurang, rambutpun akan semakin pirang dan kemudian menjadi putih atau beruban. Biasanya uban akan muncul pada orang tua karena produksi melaninnya memang sudah mulai berkurang. Metabolisme untuk memproduksi pigmen sudah mulai lambat atau bahkan tidak ada lagi. Namun ada orang yang sudah tua tapi belum beruban atau hanya muncul uban sedikit saja, tapi ada pula yang masih muda tapi rambutnya sudah ubanan semua. Hal ini disebabkan karena faktor genetik. Jika belum banyak uban meski sudah tua, berarti metabolisme pembentukan pigmennya memang dapat bertahan lama.
Selain faktor genetik, uban juga dapat muncul karena penyakit anemia pernisiosa, yakni penyakit kekurangan darah yang sering menyebabkan rambut menjadi beruban. Uban dapat juga muncul karena adanya kelainan metabolisme, misalnya gangguan tiroid atau kurang gizi. Kurang gizi dapat membuat jumlah enzim pembentuk pigmen menjadi berkurang,? sehingga penderita akan cepat beruban. Oleh karena itu, makanan cukup gizi dengan protein yang baik sangat perlu untuk pembentukan enzim pembentuk pigmen, sehingga rambut akan menjadi sehat dan tidak cepat beruban.
Uban juga dapat muncul karena pemakaian zat kimia tertentu, misalnya cat rambut. Pemakaian jenis sampo yang banyak mengandung sulfur juga dapat memunculkan uban. Pada umumnya, uban memang tidak bisa dikembalikan menjadi hitam, kecuali pada mereka yang menderita gangguan metabolisme, khususnya orangtua. Secara medis, uban juga tidak bisa diobati. Jika penyebabnya adalah faktor genetik, yang bisa dilakukan mungkin hanyalah dengan mengecat rambut untuk menutupinya.? ?
Apa Dampak Kanker Otak Kepada Anak Keturunan ?
October 26, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Secara genetik anak mungkin akan mengidap kanker otak juga, tetapi itu semua tergantung nasib. Ada orang yang ayahnya kencing manis, tapi anaknya tidak kena kencing manis.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah efek dari kemoterapi Sang Orang Tua kepada si anak keturunan karena kemoterapi untuk kanker otak yang tersedia kini mampu merubah struktur DNA.
Semoga membantu Baca selengkapnya
Tolong Ksih Tahu Penyakit Genetik Apa Yang Menyebabkan Pembesaran Hati,limpa,perut?
October 15, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
tolong ya butuh segera… Baca selengkapnya
Rekonstruksi Genetik?
September 26, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Kita sepakat dulu nih :
- Tuhan ciptain manusia & cinta manusia apa adanya & menganggap kita semua sempurna.
- Tuhan membuat manusia berpikir & berkehendak bebas.
Pertanyaannya : Akhir2 ini banyak kemajuan teknologi, salah satunya pencitraan genetik. Beberapa gen penyakit misalnya diabetes, kanker, homoseksualitas, perokok, pemabuk, bahkan yang paling baru TBC & HIV udah ditemukan.
Dimasa depan, sepertinya mengarah ke rekonstruksi.
Kalau bisa menghindari punya anak dengan kecacatan atau penyakit tertentu dengan rekonsruksi genetik, bagus kan ?!
Tapi bertentangan dengan agama nggak ? Bertentangan dengan kehendak Tuhan nggak ?
(Kalo diingat2 lagi, dulu bayi tabung / inseminasi buatan juga ditentang keras).
Kan katanya genetik adalah pesan di dalam pesan. Jadi Tuhan pasti bermaksud sesuatu dengan genetik kita.
Pendapat teman2 sekalian gimana. Saya sendiri bingung & butuh pencerahan. Danke schoon.
Tau Gak Penyakit Lupus Itu Apa?
September 15, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Penyakit lupus yang dalam bahasa kedokterannya dikenal sebagai systemic lupus erythematosus (SLE) adalah penyakit radang yang menyerang banyak sistem dalam tubuh, dengan perjalanan penyakit bisa akut atau kronis, dan disertai adanya antibodi yang menyerang tubuhnya sendiri. Apa penyebab penyakit ini?
PENYAKIT lupus atau systemic lupus erythematosus (SLE) lebih sering ditemukan pada ras tertentu seperti ras kulit hitam, Cina, dan Filipina. Penyakit ini terutama diderita oleh wanita muda dengan puncak kejadian pada usia 15-40 tahun (selama masa reproduktif) dengan perbandingan wanita dan laki-laki 5:1. Penyakit ini sering ditemukan pada beberapa orang dalam satu keluarga.
Penyebab dan mekanisme terjadinya SLE masih belum diketahui dengan jelas. Namun diduga mekanisme terjadinya penyakit ini melibatkan banyak faktor seperti genetik, lingkungan, dan sistem kekebalan humoral. Faktor genetik yang abnormal menyebabkan seseorang menjadi rentan menderita SLE, sedangkan lingkungan berperan sebagai faktor pemicu bagi seseorang yang sebelumnya sudah memiliki gen abnormal. Sampai saat ini, jenis pemicunya masih belum jelas, namun diduga kontak sinar matahari, infeksi virus/bakteri, obat golongan sulfa, penghentian kehamilan, dan trauma psikis maupun fisik.
Gejala Klinis
Gejala klinis dan perjalanan penyakit SLE sangat bervariasi. Penyakit dapat timbul mendadak disertai tanda-tanda terkenanya berbagai sistem dalam tubuh. Penyakit dapat juga menahun dengan gejala pada satu sistem yang lambat laun diikuti oleh terkenanya sistem yang lain. Pada tipe menahun terdapat masa bebas gejala dan masa kambuh kembali. Masa bebas gejala dapat berlangsung bertahun-tahun. Munculnya penyakit dapat spontan atau didahului faktor pemicu. Setiap serangan biasanya disertai gejala umum, seperti demam, badan lemah, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun.
Diagnosis SLE seringkali sulit ditegakkan karena gejala klinis penyakitnya sangat beraneka ragam. Untuk menegakkan diagnosis SLE umumnya harus dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, menyingkirkan kemungkinan diagnosis penyakit lain. Kedua, mencari tanda dan gejala penyakit yang memiliki nilai diagnosis tinggi untuk SLE.
Berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (ACR) 1982, diagnosis SLE dapat ditegakkan secara pasti jika dijumpai empat kriteria atau lebih dari 11 kriteria, yaitu bercak-bercak merah pada hidung dan kedua pipi yang memberi gambaran seperti kupu-kupu (butterfly rash), kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari (photohypersensitivity), luka di langit-langit mulut yang tidak nyeri, radang sendi ditandai adanya pembengkakan serta nyeri tekan sendi, kelainan paru, kelainan jantung, kelainan ginjal, kejang tanpa adanya pengaruh obat atau kelainan metabolik, kelainan darah (berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah), kelainan sistem kekebalan (sel LE positif atau titer anti-ds-DNA abnormal atau antibodi anti SM positif atau uji serologis positif palsu sifilis) dan antibodi antinuklear (ANA) positif.
Kelainan yang paling sering pada SLE adalah kelainan sendi dan kelainan kulit. Sendi yang sering terkena adalah sendi jari-jari tangan, sendi lutut, sendi pergelangan tangan dan sendi pergelangan kaki. Kelainan kulit berupa butterfly rash dianggap khas dan banyak menolong dalam mengarahkan diagnosis SLE.
Pengobatan
Sampai sekarang, SLE memang belum dapat disembuhkan secara sempurna. Meskipun demikian, pengobatan yang tepat dapat menekan gejala klinis dan komplikasi yang mungkin terjadi. Program pengobatan yang tepat bersifat sangat individual tergantung gambaran klinis dan perjalanan penyakitnya. Pada umumnya, penderita SLE yang tidak mengancam nyawa dan tidak berhubungan dengan kerusakan organ vital dapat diterapi secara konservatif.
Bila penyakit ini mengancam nyawa dan mengenai organ-organ vital, maka dipertimbangkan pemberian terapi agresif. Terapi konservatif maupun agresif sama-sama menggunakan terapi obat yang digunakan secara tunggal ataupun kombinasi. Terapi konservatif biasanya menggunakan anti-inflamasi non-steroid (indometasin, asetaminofen, ibuprofen), salisilat, kortikosteroid (prednison, prednisolon) dosis rendah, dan antimalaria (klorokuin). Terapi agresif menggunakan kortikosteroid dosis tinggi dan imunosupresif (azatioprin, siklofoshamid).
Selain itu, penderita SLE perlu diingatkan untuk selalu menggunakan krem pelindung sinar matahari, baju lengan panjang, topi atau payung bila akan bekerja di bawah sinar matahari karena penderita sangat sensitif terhadap sinar matahari. Infeksi juga lebih mudah terjadi pada penderita SLE, sehingga penderita dianjurkan mendapat terapi pencegahan dengan antibiotika bila akan menjalani operasi gigi, saluran kencing, atau tindakan bedan lainnya. Salah satu bagian dari pengobatan SLE yang tidak boleh terlupakan adalah memberikan penjelasan kepada penderita mengenai penyakit yang dideritanya, sehingga penderita dapat bersikap positif terhadap terapi yang akan dijalaninya. Saat ini di beberapa negara telah tersedia penjelasan mengenai penyakit SLE dalam bentuk brosur, bahkan telah berdiri perkumpulan penderita SLE.
Sebelum tahun 1950, SLE merupakan penyakit yang fatal. Namun saat ini dengan pemakaian kortikosteroid yang tepat serta adanya kombinasi dengan obat lain dapat memberikan hasil yang baik. Kematian paling sering disebabkan komplikasi gagal ginjal, kerusakan jaringan otak, dan infeksi sekunder.
Apakah Diabetes Melitus Itu Termasuk Penyakit Genetik Seperti Thalassemia??
September 13, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
fBukan. Faktor utama munculnya penyakit diabetes berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat. Konsumsi makanan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu timbulnya penyakit kencing manis. Disamping itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes
Kalau berdasarkan definisi Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat, dampak dari penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit serius lainnya, di antaranya, jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan system syaraf.
Untuk diketahui, terdapat dua tipe Diabetes, yaitu, Diabetes Tipe I (IDDM/ tergantung insulin) dan Diabetes Tipe II (NIDDM/ tidak tergantung insulin)
Semoga bermanfaat
Apa Aja Sih Sebab-sebab Penyakit Lupus?
August 8, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
menurut lieraturnya nih….Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi (kekebalan tubuh).
Lupus dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan sistem kekebalan perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyebab penyakit ini memang belum diketahui secara pasti, agaknya disebabkan kombinasi berbagai faktor seperti genetik, hormon, infeksi dan lingkungan. Terjadi penyimpangan pada sistem kekebalan.
Penyakit ini muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi
yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas .
selengkapnya lihat link ini…http://nusaindah.tripod.com/sle.htmhttp://www.sinarharapan.co.id/iptek/kese… Baca selengkapnya






















