Dapatkan BONUS ~ 1 Juta
Apa Ciri-ciri Penyakit Kanker Serviks?
December 21, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Kanker serviks merupakan “Pembunuh” Pertama Wanita Indonesia. Kanker serviks terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Kanker ini biasanya mengenai mereka yang sudah berumur, tetapi dapat juga mengenai pada wanita pada usia muda.
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim. Penyebab kanker leher rahim umumnya adalah Human Papiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui aktifitas seksual.
Adapun faktor pemicu terjadinya kanker leher rahim antara lain :
1. melahirkan banyak anak
2. melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia muda
3. sering berganti pasangan
4. sering terjadi infeksi pada alat kelamin
5. suka merokok, dll
Biasanya kanker leher rahim muncul tanpa gejala, kecuali pada stadium lanjut. Tetapi perlu diwaspadai apabila terdapat tanda-tanda di bawah ini :
1. perdarahan setelah melakukan hubungan seksual, terutama untuk mereka yang telah mengalami menopause
2. Adanya perdarahan di luar masa menstruasi
3. timbul rasa sakit setelah berhubungan seksual
Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama), keputihan bercampur darah dan berbau, nyeri panggul atau tidak bisa buang air kecil.
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
Hal yang ke empat adalah dengan menggunakan pembalut yang berkualitas, yaitu pembalut yang tidak mengandung zat pemutih, zat dioksin dan zat-zat kimia lainnya, serta terbuat dari 100% kapas. Dan WHO menyatakan zat dioksin ini dapat menyebabkan kanker.
Bagaimana Munculnya Kanker Servick ?
December 17, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Apa penyebabnya?
Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
Apa saja gejalanya?
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
Berapa lama masa pertumbuhannya?
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.
Bagaimana cara mendeteksinya?
Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka) yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).
Kanker Serviks Bisakah Menular Pada Wanita Lain?
December 2, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
kata orang kanker serviks bisa menular kpd wanita lain.gina ya kita bisa tau kalo pasangan kita bisa menularkan kanker serviks.apakah virus HPV sama kayak HIV yang menular lewat pasangan kita. makacih…………. Baca selengkapnya
Bagaimana Mendeteksi Kanker Mulut Rahim Secara Awam?
October 25, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Kanker badan rahim acap dikaitkan dengan sperma, padahal penyebab yang utama adalah tidak ada keseimbangan antara hormon estrogen dengan progesteron pada wanita. Untuk wanita yang mengidap penyakit ini tentu saja ia harus berhati-hati.
Kanker leher rahim atau kanker mulut rahim berbeda dengan kanker badan rahim meski keduanya sama-sama ganas dan terletak di rahim. Kanker badan rahim memiliki prevalensi lebih rendah ketimbang kanker leher rahim. Salah satu gejala yang lebih sering ditemukan pada kanker badan rahim adalah haid yang tidak normal dan dalam jumlah yang banyak.
Kedua penyakit ini sering membingungkan masyarakat awam, karena penyakit itu sama-sama di sekitar rahim. Di dunia kedokteran. yang dimaksud kanker leher rahim adalah kanker yang letaknya di mulut rahim atau kanker serviks. Sementara kanker rahim, pada hakekatnya adalah kanker yang terdapat pada badan rahim.
Prevalensi penyakit ini cukup kecil yaitu 20 sampai 30 penderita per tahun pada wanita yang berobat ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Berbeda dengan penderita penyakit kanker leher rahim bisa mencapai 200 penderita per tahun di rumah sakit yang sama.
Kanker badan rahim menurut Dr. Andriyono, pakar Kandungan dan Kebidanan dari FKUI/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, merupakan kanker yang timbul pada badan rahim secara primer. Kanker radang rahim yang banyak dijumpai ada kanker yang berasal dari kelenjar selaput lendir rahim (endemetrium).
Pada kanker badan rahim biasanya jaringannya mudah rapuh dan rontok bagaikan bubur nasi. Bila dikerok akan terdapat bagian-bagian yang busuk. Risiko penderita kanker ini antara lain sulit mendapatkan anak, diabetes melitus dan hipertensi. Ini karena wanita di masa haid memiliki hormon estrogen yang tinggi tanpa diimbangi dengan hormon progesteron sehingga menimbulkan pertumbuhan endemetrium secara berlebih (hiperplasi).
Adapun hormon estrogen merupakan hormon yang dibentuk pada indung telur yang dapat menimbulkan masa keaktifan seksual pada waktu-waktu tertentu. Sedangkan progesteron merupakan hormon wanita yang dihasilkan badan kuning indung telur yang menimbulkan stadium sekresi selaput lendir rahim pada daur haid.
Ada tiga tahap hiperplasi dari keadaan demikian. Ketiga tahapan ini waktunya tidak dapat diketahui dan merupakan lesi sebelum timbulnya kanker atau pra kanker. Ketiga tahap tersebut antara lain hiperplasi sistika, adenomatosa, dan atipia. Baru setelah itu muncul kankernya. Gejala dari kanker ini terjadi ketika perdarahan pada masa haid atau setelah selesai haid. Perdarahan itu berlangsung lama dan banyak keluarnya.
Bila terjadi demikian, biasanya dokter akan mendiagnosa dengan melakukan kurets yaitu mengambil daging dari jaringan endometrium. Setelah itu diperiksa di laboratoruim patologi anatomi sehingga bisa dilihat pertumbuhan jaringannya yang berlebihan. Atau juga kelainan penyakit lain.
Sulit juga mendeteksi kanker ini, karena letaknya di dalam kandungan. Berbeda dengan kanker leher rahim yang cukup dilakukan dengan papsmear — suatu pemeriksaan sederhana dan terpercaya pada sel tubuh untuk menentukan kelainan dan mendeteksi adanya kelainan pada leher rahim, seperti kanker leher rahim. Setelah kurets, ada juga cara lain, namun hasilnya kurang memuaskan. Cara itu adalah sitologi endometrium yaitu dengan cara memasukan cairan ke dalam rahim kemudian dari cairan itu tadi diamati.
Pencegahan yang perlu dilakukan adalah dengan memperhatikan beberapa hal, terutama berkaitan dengan wanita yang telah disebutkan di atas. Bila terjadi menstruasi secara tidak teratur lebih dari tiga bulan segeralah periksa ke dokter untuk memastikan kelainan pada uterus (rahim).
Ada tips yang perlu pula diperhatikan. Pertama, hindari pengobatan hormonal yang mengandung banyak estrogen, terutama pada wanita yang sulit memiliki anak. Kalau dia amat memerlukannya, ia tetap harus melalui pengawasan dokter. Kedua, hindari obesitas (kegemukan), karena pada wanita yang gemuk hormon estrogen bisa tinggi. Ketiga, bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi perlu dikontrol agar terhindar dari penyakit ini.
Sementara itu, kanker leher rahim menurut pakar andrologi dari Universitas Indonesia, Dr. Wahyuning Ramelan, ada kecenderungan dipengaruhi oleh sperma. Tetapi kata dia, penelitian mengenai keterkaitannya masih sedang diteliti oleh para ahli hingga sekarang. Secara epidemilogi (ilmu tentang timbulnya penyakit di kalangan masyarakat) kanker leher rahim pada wanita disebabkan beberapa faktor.
Pertama, kecenderungan lebih mudah terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seksual pada usia muda seperti wanita di usia 15 tahun. Kedua, lebih banyak terjadi pada mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan, karena sperma yang masuk terdiri dari beberapa orang. Hingga sekarang belum dapat dibuktikan adanya zat-zat dalam sperma yang merangsang munculnya kanker di rahim.
Penelitian di luar negeri maupun dalam negeri tetap dilakukan, kata Dr. Wahyuning Ramelan, namun belum ada hasilnya. Karena sperma itu berada di dalam cairan yang disebut semen dan di dalamnya terkandung berbagai macam zat, harus diperiksa satu per satu zat mana yang merangsang munculnya kanker di leher rahim.
Hei , Hei , Hei , Ada Yg Tw Gg ?
October 25, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
apa ci kanker serviks itu , n app gejala n solusiny ?? Baca selengkapnya
Mengapa Keluar Cairan Semacam Darah Atau Bercak Kecoklatan Dari Vagina?
October 25, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Selama 2 minggu ini istri saya sering mengeluarkan cairan semacam darah dari vaginanya. kadang hanya bercak kecoklatan. kadang pula darah yang keluar cukup banyak. bila ada pendapat ahli, saya benar-benar ingin tahu penyebab masalah ini. apakah berbahaya atau tidak. istri saya juga sedang dalam masa imunisasi kanker serviks. sudah 2x. kali yang terakhir akan dilaksanakan pada bulan april. apakah kejadian ini dapat menggagalkan imunisasi tersebut? mohon bantuannya. terima kasih
Penjelasan Mengenai Haid…?
October 24, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
katanya klo lg haid ga boleh minum es krn bs menyebabkan kanker rahim?klo pake pembalut juga katanya bs menyebabkan kanker rahim/kanker serviks?mohon penjelasannya. Baca selengkapnya
Apa Ada Yang Mempunyai Keluhan Sakit Saat Haid Datang Bulan?
October 24, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
Ada 800.000 wanita Indonesia yang terkena kanker serviks atau kanker rahim. Dan ada 8.000 wanita Indonesia yang meninggal karena penyakit ini.Jadi,ada 1 wanita Indoesia yang meninggal setiap 2 menit.Bahkan,Ira wibowo mengatakan kanker serviks adalah “sang pembunuh diam-diam”
Apa Kanker Bisa Menurun?
October 24, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
karena udah ada 2 saudara aq meninggal karena kanker..(kanker serviks ama satu lagi lupa namanya klo ga salah di leher gituu)
bagaimana pencegahannya?
yg alami Baca selengkapnya
Apa Yang Dimaksud Dengan Pendarahan Pada Masa Menstruasi Pada Orang Yang Terkena Gejala Kanker Serviks?
October 24, 2009 Oleh tahitianonijuice
Artikel masuk kategori Kesehatan
haloo henry…
pada dasarnya waktu yang normal pada wanita yang sedang haid yaitu 3 – 7 hari. apabila lebih biasanya ada sesuatu dengan perederah darahnya. sebagai info untuk pencegahan kanker serviks bisa gunakan pembalut kesehatan FC-BIO SANITARY PAD dari AVAIL. pembalut kesehatan mengdung herbal bahan dasar kapas 100%. perbedaannya dengan pembalut biasa, bahan dasarnya serbuk kayu dan kertas bekas di bleaching/pemutihan dengan menggunakan ZAT KIMIA yang menghasilkan ZAT DIOXIN. nah, ZAT DIOXIN inilah yang berbahaya. menurut penelitian tampon safety and research act of 1999 ( kongres tentang penelitian dan keamanan tampon di Amerika Serikat) menyatakan “bahwa ZAT DIOXIN yang terkandung dalam pembalut wanita dan produk yang mirip lainnya, beresiko tinggi terhadap kesehatan wanita termasuk resiko terhadap KANKER SERVIKS, ENDOMETRIOSIS, KANKER OVARIUM, KANKER PAYUDARA, PENURUNAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH, RADANG SERVIKS dan LAIN – LAIN… klo ada kesulitan untuk mendapatkan AVAIL bisa hubungi 022-91833683






















